Kuliner

Tiwul, Makanan Pengganti Nasi Yang Belum Banyak Diketahui

Jakarta – Tidak hanya nasi warga Indonesia pula mempunyai makanan pokok lain, semacam sagu, jagung, ataupun singkong. Di pulau Jawa khusunya pada masyarkat Jawa, memilki makanan pokok pengganti nasi, yang olahan dari singkong ialah nasi tiwul. selaku makanan pengganti umumnya nasi tiwul ini disajikan kala lagi tidak terdapat beras ataupun persediaan beras yang menipis.

Proses Pembuatan dari Singkong Menjadi Gaplek

Singkong
Singkong menjadi bahan utama pembuatan Tiwul (Foto: trenggalekkab.go.id)

Berbeda dengan beras yang prosesnya kilat, dalam membuat makanan tradisional ini membutuhkan waktu yang lumayan lama. Awal, singkong yang sudah didapat dari kebun dikupas kemudian dibersihkan, serta sehabis itu dijemur hingga kering jadi gaplek. Proses pengeringan ini yang umumnya lumayan memakan waktu yang lama hingga sebagian hari bergantung keadaan cuaca.

Kedua, sehabis singkong tadi jadi gaplek, setelah itu masuk pada proses penumbukan. Proses ini bertujuan buat membuat gaplek jadi tepung. Dikala proses penumbukan umumnya pula digunakan sebagian cipratan air buat menolong proses penumbukan. Sehabis gaplek tadi berganti jadi semacam tepung, tepung gaplek siap buat dimasak jadi nasi tiwul.

Dalam proses pembuatan makanan unik ini, umumnya memakai dandang ataupun kukusan. Saat sebelum tepung gaplek tadi di masak, taruh terlebih dulu daun pisang selaku alas. Proses pengukusan ini umumnya memakan waktu dekat satu jam. Walupun termasuk makanan pokok pengganti nasi bagi sebagian daerah, tiwul ini mempunyai gizi yang tidak kalah dengan makanan pokok lainya.

BACA JUGA:  Promo Pemilu 2024, dari Makanan Sampai Rekreasi. Jangan Golput!

Terlebih dengan isi karbohidrat yang lebih sedikit, makanan ini senantiasa dapat disantap oleh mereka yang mengidap diabet. Buat asal- usul dari tiwul sendiri Fadly Rahman, sejarawan dari Universitas Padjadjaran, makanan tiwul telah terdapat di Indonesia semenjak tahun 1930- an. Sebaliknya buat tumbuhan singkong sendiri telah terdapat jauh lebih dahulu, kala oleh penjelajah dari Spanyol serta Portugis.

Tiwul Jadi Pengganti Nasi Sudah Dari Masa Penjajahan Jepang

Nasi Tiwul
Tiwul selalu jadi bekal para pejuang untuk menggantikan nasi (Foto: Instagram/@bundanisadotcom)

Nasi tiwul mulai jadi makanan pokok pengganti nasi kala pada masa penjajahan Jepang. Pada masa itu beras sangat susah didapat, sehingga warga berinisitaif mencari makanan pokok lain. Sebab kala itu tumbuhan yang sangat gampang ditanam serta dipanen merupakan singkong, hingga singkong ini jadi bahan alternatif pengganti nasi.

Serta salah satu hasil turunan dari singkong ini merupakan nasi tiwul yang berasal dari gaplek. Tidak hanya gampang ditanam, singkong pula mengenyangkan serta pula tahan lama kala ditaruh. Hingga saat ini masih jadi opsi ataupun alternatif pengganti nasi, tidak hanya sebab alibi beras susah didapat pula alibi lain semacam kesehatan.